Minggu, 30 Mei 2010

Pengaruh Variabel Marketing mix terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Sekarang ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar dapat membeli produk yang mereka tawarkan, banyak juga pasar yang tidak mampu mencapai sasaran yang disebabkan karena kurang tepatnya strategi pemasaran yang perusahan tersebut gunakan.
Berhasil atau tidaknya perusahan sangat ditentukan dengan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat bersaing dalam merebut para konsumen dengan menerapkan strategi pemasaran yang efektif, apabila strategi tidak dapat dilakukan dengan baik maka pelaksanaan yang baik pun tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Produk, harga, promosi dan distribusi merupakan faktor - faktor yang dapat mempengaruhi dan mendorong seorang konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan dan strategi bauran pemasaran yang jitu suatu perusahaan dapat mencapai tujuannya.secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum sehingga dapat terus berkembang, hal ini juga merupakan sumberdana bagi kelangsungan hidup perusahaan berkembang dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan hal tersebut maka penulis ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan dan memajukan perusahaan pada PT.SAMPOERNA yang dibahas dalam bentuk penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH VARIABEL MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ROKOK SAMPOERNA MILD”.
PT.H.M.Sampoerna adalah salah satu perusahan rokok terbesar di indonesia.berdiri sejak tahun 1913. Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar nomor dua (tahun 2009) di indonesia setelah PT.Gudang Garam (www.google.com). Perusahaan ini memiliki salah satu produk unggulan yaitu Sampoerna A MILD, yang merupakan pelopor rokok mild di indonesia.
Rokok mild sendiri adalah rokok yang kadar Tar dan Nikotine nya rendah,dimana kadar Tar (14mg) dan nikotin (1.0mg), kadar tersebut berkurang karena adanya sistem ventilasi. yang terdapat pada perbatasan antara tembakau dengan filter rokok. sehingga asap yang dihisap oleh perokok bercampur dengan oksigen sehingga kadar Tar dan Nikotine menjadi rendah. sistem tersebut dikenal dengan istilah LASERMILD.
Sampoerna mengeluarkan produk rokok A MILD, membuat pasar indonesia semakin beragam jenis produk yang ditawarkan. Apabila orang tertarik menghisap rokok mild karena memiliki kadar Tar dan Nikotine yang sangat rendah, yang beranggapan dapat mengurangi bahaya merokok. Maka dapat diambil satu asumsi dasar, bahwa orang tersebut berada dalam sebuah segmen, yaitu orang – orang yang mempunyai pendidikan yang cukup untuk memahami bahaya merokok. Hasilnya dapat membuat masyarakat terdidik yang tetap ingin merokok.
Pada segmen mmasyarakat terdidik, terdapat konsumen yang sangat potensial bagi produsen rokok yaitu kalangan anak muda yang terdidik yang mengetahui dampak merokok,tetapi mengambil resiko untuk merokok. Nantinya dapat menjadi konsumen jangka panjang bagi produsen. Karena rokok dapat menimbulkan keterikatan. Apabila konsumen anak muda terikat, maka perusahaan memiliki potensi konsumen yang akan loyal dalam jangka panjang. Produk sampoerna A MILD yang rendah tar dan nikotine dapat dijadikan pilihan sebagai rokok alternatif, karena dapat mengurangi bahaya rokok bagi para perokok khususnya anak muda di indonesia maupun masyarakat berpendidikan di indonesia secara umum.
Keputusan pembelian seorang konsumen dalam prosesnya adalah serangkaian rentetan aksi mulai dari problem recognition ke information search ke alternative evaluation ke purchase decision ke purchase evaluation.proses ini diarahkan dan dipengaruhi oleh sekumpulan psychological, personal, social, culture. keduanya memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap perilaku pembelian seseorang. Pada tahap awal, konsumen berusaha mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan, konsumen mulai mencari informasi informasi dan menilainya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif berkaitan dengan cara mendapatkan informasi. Dengan informasi yang lengkap konsumen telah siap untuk percaya kegunaan dari alternatif solusi terhadap masalah. Konsumen pada tahap ini mulai memberikan penilaian dan meyeleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan informasi yang didapatkan dan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian konsumen tidak selalu sama tergantung jenis produk dan kebutuhannya. Setelah itu konsumen masuk ke dalam keputusan pembelian. Apakah suatu produk jadi dibeli atau tidak. Karakteristik ini terdiri dari age and stage in the live cycle; occupation and economic circumstances; personality and self concept; and lifestyle and values.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, bagaiman pengaruh variabel marketing mix terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.

1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar memberikan manfaat yang positif bagi penulis, pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

1. Manfaat akademis
Penelitian sangat berhubungan dengan mahasiswa yang mengambil jurusan manajemen, lebih khususnya pelajaran dasar manajemen dan manajemen komunikasi pemasaran, sehingga dengan melakukan penelitian ini penulis dan pihak-pihak tertentu dapat membaca dan memahaminya.
2.manfaat praktis
Objek penelitian ini adalah orang yang mengunakan produk rokok sampoerna mild, sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya konsumen dan dan perusahaan.

1.5 metode penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan menjelaskan dan menguraikan metode penelitian yg akan digunakan.

1.5.1 Subjek dan objek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mayarakat yang tinggal di sekitar kota depok dan jakarta. Objek yang akan dijadikan penelitian adalah warga kota depok dan jakarta yang menggunakan produk rokok sampoerna mild.

1.5.2 Data atau Variabel
Dalam penelitian ini penulis akan mengambil sample konsumen yang menggunakan produk rokok sampoerna mild 100 orang.

1.5.3 Metode pengambilan data/variabel
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalahdata primer yang dapat dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden yang terpilih.
Teknik pengambilan sample yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Nonprobability Sampling dengan alasan:
1. jumlah populasi yang tidak diketahui dengan pasti.
2. teknik ini mudah untuk dikerjakan kapan saja dan dimana saja.
3. Teknik ini lebih efisien dalam hal waktu dan biaya.
1.5.4 Hipotesis
Berdasarkan tujuan penelitian serta kajian pustaka yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sebagai berikut :
1. Diduga bahwa variabel marketing mix yaitu harga, produk, distribusi dan promosi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
2. Diduga faktor harga dan promosi yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.5.5 Alat Analisis yang digunakan
Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari alat analisis deskriptif dan kuantitatif. Untuk analisis deskriptif yaitu menggambarkan keadaan umum dariresponden atau konsumen produk sampoerna mild yang terambil sebagai sample. Sedangkan analisis kuantitatif terdiri dari regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Seluruh perhitungan pada analisis data dibantu dengan dengan program komputer SPSS.

pendahuluan

Minggu, 11 April 2010

tugas kelompok Bahasa Indonesia

KELOMPOK :
1. ARIF ALFA BUDIMAN(10207160)
2. DERIS KHARISMA(10207278)
3. ILHAM SETIAWAN(10207553)
4. KRISTY SEPTIN BARASA (10207637)
5. OCTAVIANI PALANTUPEN (10207832)
6. RICKY IRAWAN(10207925)

KELAS : 3EA03

1. PENALARAN INDUKTIF
Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.

Bentuk-bentuk penalaran induktif :

2. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Macam-macam generalisasi
 Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
 Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Contoh generalisasi. :
Ucup seorang mahsiswa yang pintar (khusus)
Dina seorang mahasiwi yang pintar (khusus)
Semua mahsiswa/mahasiswi pintar-pintar (umum)

3. DEFINISI HIPOTESA & TEORI
Hipotesis adalah salah satu cara untuk memperoleh penjelasan(jawaban/fakta) atas suatu masalah. Hipotesis: tebakan/dugaan yang kemungkinan dapat mengacu pada suatu fakta.
Perlu Tidaknya Suatu Hipotesis adalah Memberi panduan dan cakupan dalam memecahkan masalah, sehingga proses pemecahan masalah menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien. Namun terkadang Hipotesis tidak terlalu diperlukan pada kasus-kasus tertentu yang absolut dan definit. Contoh: HP di dalam saku celana berdering, kita tidak perlu melakukan hipotesis untuk mengetahui dari mana asal HP yang berdering itu, langsung saja merogoh saku celana. Hipotesis biasanya digunakan untuk menjawab permasalan: ‘mengapa begini/begitu’, ‘apa alasannya’, ‘apa penyebabnya’. Kesalahan Suatu Hipotesis Terkadang, penggunaan Hipotesis tidak menjamin suatu masalah dapat dengan berhasil dipecahkan, antara lain karena: Pemilihan Hipotesis yang salah dapat menuju pada jawaban/sasaran yang kurang tepat.


4. PENGERTIAN HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan pokok: Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan penjelas:
a. Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah.
b. Mereka mulai mengembangkan interaksi social di lingkungan tempatnya menimba ilmu.
c. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang berbeda.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan pokok : Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan penjelas :
1). Dalam bergaul anak dapat berperilaku aktif
2). Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu mengandalkan temannya.
3). Namun, tidak dapat dipungkiri jika ada anak yang selalu membuat ulah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh paragraf kausal :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.



5. PENGERTIAN SALAH NALAR
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
CONTOH KALIMAT :
Orang indonesia orang kaya.

6. Analogi Suatu Logika
A.PENGERTIAN
Analogi adalah suatu bentuk penalaran dengan jalan mempersamakan dua hal yang berlainan. Kedua hal itu diperbandingkan untuk dicari persamaannya. Analogi dilakukan dengan mempersamakan kedua hal yang sebenarnya berlainan.
Analogi dan generalisasi dapat dikatakan mempunyai hubungan, dalam analogi kita membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan tertentu pada beberapa segi dan menyimpulkan keduanya memiliki kesamaan dalam segi yang lain. Sedangkan generalisasi memperhatikan hal yang sama dari hal-hal yang berbeda dan kesimpulannya bersifat universal, sedangkan pada analogi kesimpulannya berlaku partikular.
B. MACAM-MACAM ANALOGI
Dalam setiap tindakan penyimpulan analogik terdapat tiga unsur, yaitu:
1.Peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi
2.Persamaan prinsipal yang menjadi pengikat
3.Fenomena yang hendak kita analogikan
Dari unsur-unsur tersebut akan muncul berbagai macam analogi, seperti:
1.Analogi Induktif
Analogi yang disusun berdasarkan persamaan prinsipal yang ada pada dua fenomena, kemudian menarik kesimpulan bahwa yang ada pada peristiwa pertama juga ada pada peristiwa kedua.
Contoh:
a.Sarno anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
b.Sarni anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
c.Sardi anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
d.Sarto adalah anak pak Sastro
Sarto anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
Berbeda dengan generalisasi induktif yang kesimpulannya berupa proposisi universal, konklusi analogi tidak selalu berupa proposisi universal, namun tergantung dari subyek yang diperbandingkan. Subyek analogi dapat individual, partikular maupun universal. Tetapi sebagai penalaran induksi, konklusi yang ada lebih luas daripada premis-premisnya. Tiga anak Pak Sastro yang rajin dan jujur tidak dapat menjamin bahwa anaknya yang keempat juga rajin dan jujur.
2.Analogi Deklaratif
Analogi yang menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang di kenal.
Contoh:
Ilmu pengetahuan dibangun oleh fakta-fakta sebagaimana sebuah rumah dibangun oleh batu-batu. Tapi tidak semua kumpulan fakta adalah ilmu, sebagaimana tidak semua kumpulan batu adalah rumah.
3.Analogi Noninduktif (analogi logis)
a.“Hanya orang bijaksana yang menyukai puisi”. Kalimat tersebut sama maknanya dengan “Semua orang bijaksana menyukai puisi”.
b.“Hanya perempuanlah yang mengandung dan melahirkan anak”, kalimat tersebut tidak sama dengan “Semua perempuan mengandung dan melahirkan anak”.
Kedua kalimat diatas mempunyai pola yang sama yaitu “Hanya….yang…”, namun analogi diatas bukan merupakan analogi induktif, karena kesimpulannya tidak bersifat empiris.
Artinya kesimpulan dari analogi noninduktif tidak dapat di diskonfirmasi atau disangkal oleh bukti-bukti empiris. Namun analogi tersebut juga bukan analogi deduktif, karena argumen deduktif dapat di nilai benar salahnya dengan mengacu pada bentuk logis tertentu atau definisi istilah yang di gunakan. Oleh karena itu, analogi ini dapat di sebut analogi logis non induktif tapi juga nondeduktif.

C. CARA MENILAI ANALOGI
Untuk mengukur sejauh mana sebuah analogi dapat di percaya, diketahui dengan alat sebagai berikut:
1.Sedikit banyaknya peristiwa sejenis yang di analogikan.
Semakin besar atau semakin banyak peristiwa sejenis yang di analogikan, semakin besar pula tarap ketrpercayaannya.
2.Sedikit banyaknya aspek yang menjadi dasar analogi.
3.Sifat dari analogi yang kita buat. Semakin rendah taksiran yang kita analogikan semakin kuat analogi itu.
4.Mempertimbangkan unsur yang berbeda pada peristiwa yang di analogikan. Semakin banyak pertimbangan atas unsur2 yang berbeda semakin kuat keterpercayaan analoginya.
5.Relevan atau tidaknya masalah yang di analogi. Bila tidak relevan analogi tidak akan kuat dan bisa gagal.

D. KESESATAN ANALOGI
Kesesatan dalam analogi bisa terjadi karena kita terlalu cepat menarik konklusi, sedangkan fakta yang di jadikan dasar tidak cukup mendukung konklusi tersebut atau terlalu sedikit. Kemudian terjadi karena Kecerobohan dan Prasangka.
Contoh:
1.Seorang pria bertemu seorang gadis Solo di pesta, kemudian di sebuah toko dia bertemu seorang gadis solo yang lain, sewaktu melihat pentas dia melihat seorang gadis solo menari. Ketiga gadis itu sama-sama luwes. Lalu dia beranggapan “Semua gadis Solo luwes”.
2.“Saya pernah di keraton Surakarta, saat Sri Susuhunan berulang tahun. Saya melihat lima belas gadis, semua berkebaya dan cantik. Memang semua gadis Surakarta itu berkebaya dan cantik ”.
3.Seorang pemuda luar pulau menikahi gadis Solo dan membawanya pulang kampung. Ibunya berkata, “Istrimu kalau bicara seperti penjual ayam di pasar?”, jawab pemuda tersebut “Ah, itu karena ibu kalau bicara keras-keras sehingga ia kira ibu kurang pendengaran”. Suatu saat ibunya berkata, “Istrimu jalannya kok seperti di kejar maling?”, “Ah, itu karena ibu selalu membuat dia terkejut dan ketakutan”.
Selain ketiga hal tersebut diatas, analogi juga bisa keliru karena membuat persamaan yang tidak tepat.
Contoh:
“Antara kita dan binatang mempunyai persamaan yang sangat dekat. Binatang bernafas, kita juga bernafas. Binatang makan, kita juga makan. Binatang tidur dan istirahat, kita juga tidur dan istirahat. Binatang kawin, kita juga kawin. Jadi dalam keseluruhan binatang sama dengan kita.”
Pernyataan di atas hendak menyimpulkan bahwa manusia sama dengan binatang dengan mempertimbangkan persamaan-persamaan yang ada pada keduanya, padahal yang di samakan itu bukan masalah yang pokok

7. Eksposisi
Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.



DAFTAR PUSTAKA :
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://google.com/2010/02/05/generalisasi/
- http://google.com/2010/02/05/hubungan kausalitas/
- http://google.com/2010/02/05/analogi suatu logika/
- http://google.com/2010/02/05/kajian teori-asumsi-dan hipotesia/
Tags: analogi, analogi deklaratif, analogi induktif, analogi non induktif, cara menilai analogi, kesalahan analogi, kesesatan analogi, macam analogi
- http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=8
http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi

- http://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi

Minggu, 14 Maret 2010

Dedukasi penarikan tidak langsung

Dedukasi penarikan kesimpulan secara tidak langsung

 Semua laporan keuangan adalah independent
Aktiva tetap adalah laporan keuangan
Jadi, aktiva tetap adalah adalah independent

Semua akuntan public adalah professional
Auditor adalah akuntan public
Jadi, auditor adalah professional

Semua kebijakan pemerintah adalah maksimum
Pengendalian sewa adalah kebijakan pemerintah
Jadi, pengendalian sewa adalah maksimum



 Jika penawaran ditingkatkan surplus
Penawaran surplus
Jadi, penawaran surplus
Jika, penawaran tidak ditingkatkan tidak surplus

Jika upah diturunkan minimum
Upah minimum
Jadi, upah minimum
Jika, upah tidak diturunkan tidak minimum

Jika es dicairkan mencair
Es mencair
Jadi, es mencair
Jika, es tidak dicairkan tidak mencair



 Manager adalah seorang penguasa / pemimpin
Manager adalah seorang pemimpin
Jadi, manager bukan seorang penguasa

Akuntan public adalah seorang analitis / auditor
Akuntan public adalah seorang auditor
Jadi, akuntan public bukan seorang analitis

Arif adalah seorang sejarahwan / ekonom
Arif adalah seorang ekonom
Jadi, arif bukan seorang sejarahwan




 Semua analitis adalah demokratis
Politikus adalah seorang analitis
Jadi, politikus adalah seorang sejarahwan
Politikus adalah demokratis karena politikus adalah seorang analitis

Semua regulator adalah kolektif
Pemerintah adalah seorang regulator
Jadi, pemerintah adalah kolektif
Pemerintah adalah kolektif karena pemerintah adalah seorang regulator

Semua investor adalah kompetitif
Pemegang saham adalah seorang investor
Jadi, pemegang saham adalah kompetitif
Pemegang saham adalah kompetitif karena pemegang saham adalah seorang investor

 Semua pejabat salah satunya adalah koruptor
Saya adalah seorang pejabat
Jadi saya tidak korupsi
Sebab saya bukan koruptor
Karena pejabat salah satunya koruptor
Saya pernah menjadi pejabat
Ternyata pejabat koruptor
Jadi saya tidak mau menjadi pejabat lagi



NAMA : ARIF ALFA BUDIMAN
NPM : 10207160
KELAS : 3EA03

Senin, 08 Maret 2010

DEDUKASI

*Menarik kesimpulan secara langsung*

a.Semua sektor public adalah public service
Sebagian public service adalah sektor publik

Semua permintaan adalah pendapatan
Sebagian pendapatan adalah permintaan

Semua anggaran produksi adalah alat perencanaan
Sebagian alat perencanaan adalah anggaran produksi

Semua hewan omnivora memakan daging
Sebagian memakan daging adalah hewan omnivora

b.Tidak satupun surplus konsumen adalah surplus produsen
Tidak satupun surplus produsen adalah surplus konsumen

Tidak satupun barang inferior adalah barang gifen
Tidak satupun barang gifen adalah barang inferior

Tidak satupun kebijaksanaan anggaran adalah tingkat produksi
Tidak satupun tingkat produksi adalah kebijaksanaan anggaran

c.Semua elastisitas adalah lebih dari satu
Tidak satupun elastisitas adalah tak lebih dari Satu

Semua factor produksi adalah barang dan jasa
Tidak satupun factor produksi adalah tak barang dan jasa

Semua rencana penjualan adalah tingkat persediaan
Tidak satupun rencana penjualan adalah tak tingkat persediaan

d.satupun sector swasta adalah multidimensional
semua sector swasta adalah tak multidimensional

Tidak satupun mekanisme ekonomi adalah sumber daya
Semua mekanisme ekonomi adalah tak sumber daya

Tidak satupun akuntan publik adalah auditor
Semua akuntan publik adalah tak auditor

e.Semua sumber daya financial adalah pendanaan
Tidak satupun sumberdaya financial adalah tak pendanaan
Tidak satupun tak pendanaan adalah sumber daya financial

Semua perencanaan adalah strategi organisasi
Tidak satupun perencanaan adalah tak strategi organisasi
Tidak satupun tak strategi bisnis adalah perencanaan

Semua kinerja organisasi adalah manejirial
Tidak satupun kinerja organisasi adalah tak manejerial
Tidak satupun tak menejerial adalah kinerja organisasi

Semua laporan keuangan adalah internal
Tidak satupun laporan keuangan adalah tak internal
Tidak satupun tak internal adalah laporan keuangan

Minggu, 21 Februari 2010

PKS Minta SBY Siapkan Dua Pengganti Wapres Boediono
JAKARTA, KOMPAS.com-(1)Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai membuka siapa yang akan disebut paling bertanggungjawab terkait skandal bail out Bank Century, Rp 6.7 triliun. Melalui salah seorang anggota pansusnya, Andi Rahmat, fraksinya dalam pandangan akhir akan menyebut nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.

"Nama yang bertanggungjawab akan kita sebutkan, Boediono (Gubernur BI) dan Sri Mulyani (Ketua KSSK). Itu konsekuensi jabatan seseorang. Dalam kasus ini apa boleh buat sebab kita temukan pelanggaran.(2) Kami mengambil kesimpulan berdasarkan data, kami siap buka data itu asal tidak dimuat di koran-koran," kata Andi Rahmat dalam diskusi di DPR, Jumat (19/2/2010).
Dikatakan, bangsa Indonesia sudah tahan dengan tekanan. Saat Soeharto jatuh, katanya, bangsa ini tahan. Begitu juga saat Gus Dur jatuh tidak ada apa-apa dan biasa saja.

"Kadang semua terlalu didramatisir seakan-akan hal buruk akan terjadi. Pemilu 2004 dan 2009 aman dan tidak berdarah-darah. Ada pernyataan kalau Sri Mulyani diganti maka ekonomi rusak, itu bentuk dramatisasi. Saya lebih senang kalau Achsanul Qosasih menjadi Menkeu atau sebagai orang Makasar saya akan setuju jika Amir Syamsudin menjadi wakil presiden," katanya diplomatis.

Ferguson: Milan Salah Posisikan Beckham
MANCHESTER, KOMPAS.com — (2)Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, menilai AC Milan keliru menempatkan David Beckham sebagai gelandang sentral. Beckham lebih tepat bermain sebagai winger kanan.
Ketika Beckham bermain lawan MU di Liga Champions, Ferguson mengaku kaget. Pelatih Milan, Leonardo, menggeser Beckham ke tengah. Beckham memang memberikan andil besar bagi terciptanya gol Ronaldinho. Namun, assist Beckham itu berasal dari umpannya di sayap kanan.
"Benar. Saya terkejut (melihat) mereka memainkan David sebagai gelandang sentral. Saya rasa mereka sebaiknya menempatkannya melebar ke kanan," kata Ferguson seperti dikutip The Guardian.
(1)Ferguson tahu benar karakter Beckham. Ketika membela "Setan Merah" di final Liga Champions 1999, Beckham tetap berada di kanan meski saat itu MU kehilangan Paul Scholes dan Roy Keane di tengah. Itu karena Beckham jago memberikan umpan silang. "Ya, crosssing-nya," ungkap sang gaffer.
Jika Leonardo meniru cara Carlo Ancelotti yang memasang Beckham di kanan, hasilnya mungkin lain. Umpan-umpan Beckham menjadi makanan empuk untuk Filippo Inzaghi ataupun Alexandre Pato.
Masalahnya, Milan sekarang berbeda dari Milan zaman Ancelotti. Ricardo Kaka sudah tidak ada, Leonardo juga tak pernah memasangkan Beckham dengan Inzaghi. Pada leg pertama 16 besar Liga Champions lalu, Inzaghi baru dimainkan setelah Beckham digantikan Clarence Seedorf.
Asyik... Simpang Susun Tomang Bakal Bebas Macet
JAKARTA, KOMPAS.com — (2)Dioperasikannya Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road seksi West 1 (JORR W1) diharapkan bisa mengurai persoalan kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Kebon Jeruk hingga Tomang.
Pihak pengembang dari PT Jalan Lingkar Baratsatu (PT JLB) menjamin bahwa dengan beroperasinya JORR W1, kawasan simpang susun Tomang (Tomang Junction) di Tol Jakarta-Tangerang bakal bebas macet.
(1)Kawasan simpang susun Tomang tergolong kawasan dengan intensitas kemacetan yang tinggi. Banyaknya kendaraan, terutama kendaraan berat yang melintas, membuat macet kerap tak terelakkan di kawasan ini.
"Simpang susun Tomang ini sudah sangat jenuh. Banyak kendaraan dari Bekasi, Cikampek, Tanjung Priok, yang melewati simpang susun ini. Beban yang terlalu berat ini akan bisa dipecahkan dengan JORR W1," kata Wakil Pimpinan Proyek Tol JORR W1 Nugroho TS kepada Kompas.com saat memantau uji coba Tol JORR W1, Jumat (19/2/2010).
Seperti diberitakan sebelumnya, Tol JORR W1 menghubungkan antara Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Bandara Soekarno-Hatta di Penjaringan-Tol Dalam Kota arah Ancol. Kawasan yang dilintasi yakni Kebon Jeruk, Puri Kembangan, Cengkareng, hingga Penjaringan.
Nugroho menjelaskan, kini arus kendaraan berat seperti truk dan kontainer dari Tanjung Priok menuju Tangerang dan sebaliknya bisa melalui Tol JORR W1. Dengan demikian, arus kendaraan berat yang biasa melewati simpang susun Tomang tidak mesti terjebak macet di depan Hotel Ciputra karena bertemu arus komuter Jakarta.
"Jadi tidak akan bentrok dengan komuter dari Tangerang, Tanjung Priok, dan Bekasi," tuturnya.
Demikian pula di kawasan Penjaringan, konsep pemecahan kemacetan serupa juga diharapkan segera efektif. Arus kendaraan berat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Penjaringan dan Tanjung Priok bisa makin dikurangi oleh jalan tol sepanjang 8,4 kilometer ini.
Golkar: Pansus Banci kalau Tak Berani Sebut Nama
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar menyatakan janjinya akan menyampaikan sikap tegas dalam rekomendasi akhir Pansus Kasus Bank Century. Anggota Pansus asal Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, menjamin fraksinya akan menyebutkan nama siapa yang paling bertanggung jawab atas kasus dana talangan Rp 6,7 triliun tersebut.
(2)"Pansus akan banci kalau tidak mampu sebutkan siapa yang paling bertanggung jawab. Golkar akan menyebut nama," kata Bambang dalam diskusi "Menimbang Risiko Politik Pansus Century" di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (19/2/2010).
(1)Tujuan dibentuknya Pansus, kata Bambang, untuk menemukan siapa yang harus mempertanggungjawabkan kebijakan bail out tersebut. Banyaknya modus pencairan dana oleh mereka yang tidak berhak dinilai sebagai bukti bahwa ada penyelewengan aliran dana fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS).
"Golkar tidak akan mengubah pandangan awal bahwa ada pelanggaran hukum, dan berpotensi penyimpangan keuangan negara. Kami meyakini, kami tidak mungkin lagi mundur atau mengubah pandangan. (2)Sulit bagi kami untuk berpaling dari fakta dan data. Ada istilah, ditembak pun kami tidak akan mundur," ujarnya.
Lho, Gerebek Panti Pijat Kok Pagi Hari...
JAKARTA, KOMPAS.com — (1)Sebuah panti pijat yang berlokasi di Jalan Sinar, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, digerebek Satpol PP Kecamatan Koja, Jumat (19/2/2010).

Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan lima pemijat dan satu pengelola untuk dimintai keterangan terkait keberadaan tempat praktik tersebut.

Penggerebekan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 dengan melibatkan sekitar 10 petugas Satpol PP Kecamatan Koja. Kedatangan petugas sempat membuat pemilik kaget. Namun, karena penggerebekan masih pagi, petugas tidak menemukan tamu di panti pijat yang menggunakan rumah dengan fasilitas tujuh kamar itu.

Kelima pemijat dan pengelola yang berada di dalam akhirnya diamankan petugas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemarahan warga sekitar karena panti pijat tradisional itu diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

(2)“Kami hanya mengantisipasi takut terjadi hal-hal tak diinginkan. Pasalnya, warga sekitar mengindikasi bahwa di panti pijat tradisional ini juga terjadi praktik prostitusi,” kata Valentino, Kasi Operasional Satpol PP Koja, Jumat.

Dari penuturan pengelola, panti pijat tradisional itu sudah lama berada di daerah Jalan Sinar Lagoa. Hanya, ada perubahan manajeman dari yang lama ke yang baru dan panti pijat itu sudah memiliki izin dari Sudin Kesehatan.

“Panti pijat itu mengaku hanya memberikan jasa pemijatan untuk kesehatan. Untuk sementara tak ada indikasi praktik prostitusi di sana. Namun, kami akan tetap mengawasi panti tersebut. Jika ada praktik prostitusi, langsung kami tindak tegas dan serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Keberadaan panti pijat tradisional di kawasan Jakarta Utara belakangan ini marak kembali, khususnya di kawasan Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Koja. Salah satu di antaranya berada di gang sempit RW 06 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, di sepanjang Jalan Plumpang Raya, Jalan Cakung Cilincing, Jalan Kramat Jaya, dan Jalan Cilincing Raya.

Menanggapi hal itu, Kasudin Satpol PP Jakarta Utara Sulistiarto mengaku belum mendapatkan laporan adanya praktik pelacuran di wilayah tersebut. Karena itu, dia berjanji dalam waktu dekat ini akan melakukan pengecekan di lapangan, dan jika benar maka akan langsung ditertibkan.
Jakmania Berbahasa Sunda
JAKARTA, Kompas.com – (1)Di bagian belakang kaos Oji tertulis,"Warga Jakarta Wajib Dukung Persija." Padahal anak 15 tahun ini tinggal jauh di luar wilayah ibu kota.
Oji, 15 naik kereta Rangkas-Kota yang biasa dijuluki "kereta langsam" dari stasiun Citeras, tempat tinggalnya. Tujuannya hanya satu, mendukung Persija Jakarta, kesebelasan kesayangannya. Jumat (19/02/2010). Tim "Macan Kemayoran" akan menghadapi tim Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan dalam lanjutan ajang Djarum ISL.
Tentu saja Oji tidak sendiri. Ratusan remaja sebayanya tumplek memenuhi 7 gerbong kereta Rangkas-Kota. (2)Mereka mudah dikenali dengan gaya khas ABG: merokok, rambut dengan punk-look dan terutama, segala atribut berwarna oranye. Atau paiing tidak dengan nuansa oranye.
Selain topi bertanduk dengan aksen oranye dan hitam, para Jakmania ini juga muncul dengan kaos berwarna dasar oranye atau hitam dengan segala macam grafiti. Bunyi tulisan bisa bermacam-macam dari puja-puji terhadap klub kesayangan mereka, "Persija Macan 1928, Kebanggaanku," atau "Persija Forever."
Namun bunyi grafiti di kaos para pendukung fanatik ini bisa juga bersifat provokatif seperti tulisan "Viking and Bonek" yang ditandai dengan tanda silang. Atau juga "Wanted! Kill the Vikings, everywhere, anytime, always." Mengerikan memang. Viking adalah kelompok pendukung tim Persib Bandung, sementara Bonek adalah kelompok pendukung tim Persebaya Surabaya.
Hore... Badak Betina Way Kambas Akhirnya Bunting
JAKARTA, KOMPAS.com –(1) Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) betina asal Suaka Rhino Sumatera, Way Kambas yang bernama Ratu akhirnya berhasil bunting setelah 18 kali dikawinkan dengan badak jantan Sumatera kelahiran Amerika Serikat, Andalas. Berita gembira tersebut disampaian Yayasan Badak Indonesia dalam jumpa pers di Kementrian Kehutanan, Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Ratu dipastikan hamil setelah dilakukan pemeriksaan USG pada 16 Februari yang menunjukkan adanya kantong embrio dan tali pusar yang berkembang pada rahim Ratu. "Ini merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi penggiat konservasi badak Indonesia dan dunia. Karena ini pertama kali terjadi di Indonesia, di penangkaran," kata Ketua Yayasan Badak Indonesia, Widodo Ramono.

Untuk diketahui, jumlah badak Sumatera di seluruh dunia saat ini hanya sekitar 200 ekor. (2)Sedikitnya jumlah badak dikarenakan badak sulit dikembangbiakan. Dalam kesempatan yang sama Widodo mengatakan, kesempatan badak betina untuk hamil sangatlah tipis. Pasalnya, waktu ovulasi badak betina sangat singkat, yakni hanya selama 4 hari. Seandainya dalam 4 hari tersebut badak betina tidak dikawinkan dengan sang jantan, maka masa ovulasi betina berikutnya menjadi tidak teratur dan tak bisa terprediksi.

"Untuk ketemunya badak juga sulit, jumlahnya sedikit, alamnya luas. Yang istimewa, jika pas ovulasi tidak terjadi perkawinan, ketemu ovulasinya lagi tidak 20 hari lagi, tapi bisa tidak jelas kapan ovulasi lagi," katanya.

KODE NO 1 : PENALARAN
KODE NO 2. : ARGUMENTASI

Rabu, 11 November 2009

Segmentasi manfaat

Mata kulaiah : Perilaku konsumen Nama : Arif Alfa Budiman
Materi :Segmentasi NPM : 10207160


Segmentasi manfaat

SABUN
SEGMEN MANFAAT DEMOGRAFIS PERILAKU PSIKOGRAFIS
Ekonomi
Harga murah Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
Kosmetik
Menghaluskan kulit
Memutihkan kulit Wanita Pengguna berat Style
Kualitas Pengguna setia wanita Pengguna setia Style
Merk Pengguna setia wanita Pengguna setia Style

Mie instant
Segmen manfaat demografgis prilaku Psikografis
Ekonomi
harga murah Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
Rasa
Enak Keluarga besar Penyuka mie style
Merek Keluarga besar Penyuka mie style
Jenis bermacam macam Keluarga besar Penyuka mie style

Makanan ringan
Segmen manfaat demografgis prilaku Psikografis
Ekonomi
harga murah Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
Rasa
Enak Anak anak Penyuka jajan style
Kesehatan Keluarga besar Pengguna berat Style
Bentuk Anak anak Pengguna berat Style

Air kemasan
Segmen manfaat demografgis prilaku Psikografis
Ekonomi
harga murah Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
merek Keluarga besar Pengguna berat style
Kesehatan Keluarga besar Pengguna berat Style
Bentuk Keluarga besar Pengguna berat Style

Shampo
Segmen manfaat demografgis prilaku Psikografis
Ekonomi
harga murah Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
merek Keluarga besar Pengguna berat style
Kesehatan Keluarga besar Pengguna berat Style
wangi Remaja,wanita,anak anak Pengguna berat Style