ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN
Etika adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan kebaikan atau moralitas dari perilaku manusia. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai baik atau buruk. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manager dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoprasikan bisnis yang baik. Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan laba. Justru di era kompetisi yang ketat ini reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru.
Selain itu, etika juga dapat sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat yang akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.
Etika bisnis dalam perusahaan sangatlah penting karena dapat membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Maka dari itu, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.
Pada dasarnya, praktek etika bisnis dalam perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena beberapa hal seperti: akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal, akan dapat meningkatkan motivasi pekerja, akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga, dan akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Etika bisnis paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena merekalah yang menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan seharusnya bisa memisahkan antara perusahaan dengan kepemilikannya sendiri yang dalam operasinya, perusahaan harus mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang yang berlaku.
Dalam prakteknya, etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan maupun sangsi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan yang akan terus dibawa dalam pekerjannya. Repotnya lagi, norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu, bila ada yang melanggar aturan haruslah diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Maka hal tersebut dapat mengurangi pelanggaran dalam etika bisnis.
Selain itu, terdapat 10 prinsip dalam menerapkan etika bisnis yang positif, yaitu : (1) Etika Bisnis itu dibangun berdasarkan etika pribadi, tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi. Kita dapat merumuskan etika bisnis berdasarkan moralitas dan nilai-nilai yang kita yakini sebagai kebenaran, (2) Etika Bisnis itu berdasarkan pada fairness, apakah kedua pihak yang melakukan negosiasi telah bertindak dengan jujur? Apakah setiap konsumen diperlakukan dengan adil?, (3) Etika Bisnis itu membutuhkan integritas, dimana integritas tersebut merujuk pada keutuhan pribadi, kepercayaan dan konsistensi. Bisnis yang etis memperlakukan orang dengan hormat, jujur dan berintegritas. Mereka menepati janji dan melaksanakan komitmen, (4) Etika Bisnis itu membutuhkan kejujuran, dimana pengusaha harus jujur mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh produknya, (5) Etika Bisnis itu membutuhkan perencanaan bisnis, dimana sebuah perusahaan yang beretika dibangun di atas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis, (6) Etika Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal, ruang lingkup etika bisnis itu universal, (7) Etika Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis, rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal, (8) Etika Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh, (9) Etika Bisnis itu harus dapat dipercayai, jika perusahaan anda terbilang baru, sedang tergoncang atau mengalami kerugian, maka secara etis anda harus mengatakan dengan terbuka kepada klien atau stake-holder anda, (10) Etika Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang beretika akan menjadi teladan bagi anak buahnya.
Kamis, 11 November 2010
ETIKA BISNIS
ETIKA BISNIS
Etika merupakan suatu kehendak yang sistematik melalui penggunaan alasan untuk mempelajari bentuk-bentuk moral dan pilihan-pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan hubungan dengan orang lain. Etika Bisnis merupakan etika terapan yang merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Selain itu, etika bisnis menjelaskan orientasi umum terhadap bisnis dan mendeskripsikan beberapa pendekatan khusus terhadap etika bisnis, yang secara bersama-sama menyediakan dasar untuk menganalisis masalah-masalah etis dalam bisnis.
Dalam etika bisnis, titik pandang harus difokuskan kepada suatu kelompok dan situasi tertentu, misalnya pada lingkungan bisnis teknik-teknik evaluasi diarahkan kepada perbuatan yang ada di dalam lingkungan yang mempunyai tujuan-tujuan bisnis.
Terdapat beberapa hubungan antara etika bisnis di dalam praktek perusahaan. Pertama, hubungan antara hukum dengan etika dalam perusahaan, Hukum tidak selalu lebih lambat daripada etika. Dengan tidak menyampingkan hambatan-hambatan yang sering menjadi preseden, hukum juga dapat berubah untuk mengakomodir pergeseran nilai-nilai tertentu yang mengikuti prinsip moral yang lebih jelas. Kebanyakan aturan hukum berada di bawah tingkatan tuntutan etika, akan tetapi, dalam kenyataan hukum ikut mendorong meningkatnya tuntutan etika.
Kedua, terdapat hubungan etika antara perilaku bisnis, Dalam kegiatan bisnis sehari-hari sangat mudah untuk menyebut etika bisnis, namun sulit sekali untuk menerapkannya. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, sering etika bisnis ditinggalkan semata-mata untuk mengejar keuntungan yang besar dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Untuk mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan, merupakan proses kegiatan pemikiran etika yang sangat mirip dengan suatu studi produktif, hal ini merupakan langkah yang penting dan krusial dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks akhir-akhir ini, dimana pengambilan keputusan yang baik akan berdampak finansial secara langsung dari suatu tindakan yang dilakukan, namun juga terhadap kepentingan bisnis jangka panjang yang tidak terlihat dengan jelas ataupun dampaknya terhadap masyarakat.
Ketiga, terdapat juga hubungan etika dalam investasi, dalam melakukan investasi kebanyakan investor mencari dan memfokuskan perhatiannya terhadap investasi yang aman dan menjanjikan keuntungan yang tinggi, hanya sedikit yang memperhatikan investasi yang beretika. Apabila investor akan melakukan investasi yang berdasar etika, hendaklah perhatian utamanya ditujukan kepada produk dan jasa perusahaan tersebut. sehingga dari dasar pemikiran tersebut etika dapat membantu perusahaan dalam menentukkan investasi mana yang paling cocok dipakai perusahaan.
Keempat, hubungan antara teknologi dengan etika bisnis, Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal, seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak, kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. Dengan perubahan cepat ini, organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik.
Selain itu, terdapat juga hubungan etika bisnis dengan isu-isu terkait seperti moralitas dan prinsip etika universal. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Sedangkan, dalam hal prinsip etika universal merupakan tingkat final, tindakan yang benar dilakukan berdasarkan prinsip moral karena logis, universality dan konsistensi.
Etika merupakan suatu kehendak yang sistematik melalui penggunaan alasan untuk mempelajari bentuk-bentuk moral dan pilihan-pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan hubungan dengan orang lain. Etika Bisnis merupakan etika terapan yang merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Selain itu, etika bisnis menjelaskan orientasi umum terhadap bisnis dan mendeskripsikan beberapa pendekatan khusus terhadap etika bisnis, yang secara bersama-sama menyediakan dasar untuk menganalisis masalah-masalah etis dalam bisnis.
Dalam etika bisnis, titik pandang harus difokuskan kepada suatu kelompok dan situasi tertentu, misalnya pada lingkungan bisnis teknik-teknik evaluasi diarahkan kepada perbuatan yang ada di dalam lingkungan yang mempunyai tujuan-tujuan bisnis.
Terdapat beberapa hubungan antara etika bisnis di dalam praktek perusahaan. Pertama, hubungan antara hukum dengan etika dalam perusahaan, Hukum tidak selalu lebih lambat daripada etika. Dengan tidak menyampingkan hambatan-hambatan yang sering menjadi preseden, hukum juga dapat berubah untuk mengakomodir pergeseran nilai-nilai tertentu yang mengikuti prinsip moral yang lebih jelas. Kebanyakan aturan hukum berada di bawah tingkatan tuntutan etika, akan tetapi, dalam kenyataan hukum ikut mendorong meningkatnya tuntutan etika.
Kedua, terdapat hubungan etika antara perilaku bisnis, Dalam kegiatan bisnis sehari-hari sangat mudah untuk menyebut etika bisnis, namun sulit sekali untuk menerapkannya. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, sering etika bisnis ditinggalkan semata-mata untuk mengejar keuntungan yang besar dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Untuk mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan, merupakan proses kegiatan pemikiran etika yang sangat mirip dengan suatu studi produktif, hal ini merupakan langkah yang penting dan krusial dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks akhir-akhir ini, dimana pengambilan keputusan yang baik akan berdampak finansial secara langsung dari suatu tindakan yang dilakukan, namun juga terhadap kepentingan bisnis jangka panjang yang tidak terlihat dengan jelas ataupun dampaknya terhadap masyarakat.
Ketiga, terdapat juga hubungan etika dalam investasi, dalam melakukan investasi kebanyakan investor mencari dan memfokuskan perhatiannya terhadap investasi yang aman dan menjanjikan keuntungan yang tinggi, hanya sedikit yang memperhatikan investasi yang beretika. Apabila investor akan melakukan investasi yang berdasar etika, hendaklah perhatian utamanya ditujukan kepada produk dan jasa perusahaan tersebut. sehingga dari dasar pemikiran tersebut etika dapat membantu perusahaan dalam menentukkan investasi mana yang paling cocok dipakai perusahaan.
Keempat, hubungan antara teknologi dengan etika bisnis, Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal, seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak, kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. Dengan perubahan cepat ini, organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik.
Selain itu, terdapat juga hubungan etika bisnis dengan isu-isu terkait seperti moralitas dan prinsip etika universal. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Sedangkan, dalam hal prinsip etika universal merupakan tingkat final, tindakan yang benar dilakukan berdasarkan prinsip moral karena logis, universality dan konsistensi.
Rabu, 02 Juni 2010
RESENSI buku
Judul buku : MARKETING
Pengarang : Ali Hasan, S.E.,M.M.
Kesimpulan
Pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan, pemegang saham). Sebagai ilmu, marketing merupakan ilmu pengetahuan yang objektif, yang diperoleh dengan menggunakan instrumen tertentu untuk mengukur kinerja dari aktivitas bisnis dalam membentuk, mengembangkan, mengarahkan pertukaran yang saling menguntungkan dalam jangka panjang, antara produsen dan konsumen atau pemakai. Sebagai srategi bisnis, marketing merupakan tindakan penyesuaian suatu organisasi yang beroreantasi pasar dalam menghadapi kenyataan bisnis, baik dalam lingkungan makro maupun mikro yang terus berubah.
Dalam konteks itulah bukui inimenawarkan kepada para praktisi marketing untuk memperluas wawasan, konsep, strategi dan implementasi secara tepat dalam membimbing perjalanan transformasi bisnis menjadi sukses. Buku ini juga bisa dipakai oleh para mahasiswa program studi manajemen yang mengambil spesialisasi marketing. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai kasus marketing perusahaan nasional dan internasional yang akan menambah pengetahuan dan wawasan pembaca dalam dunia marketing.
Kelebihan :
• Dalam buku ini penulis memberikan keterangan yang sangat lengkap dalam bagian sub-sub pokoknya yang dimana dibutuhkan para pembaca.
• Penulis sangat memperhatikan detail dari bacaan, dimana tiap bagian pembahasan selalu lengkap dan lebih terinci pembahasannya.
• Buku sangat diperlukan untuk mahasiswa yang menyukai marketing.
Kekurangan :
• Buku ini sangat tebal sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk membaca dan memahaminya.
Pengarang : Ali Hasan, S.E.,M.M.
Kesimpulan
Pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan, pemegang saham). Sebagai ilmu, marketing merupakan ilmu pengetahuan yang objektif, yang diperoleh dengan menggunakan instrumen tertentu untuk mengukur kinerja dari aktivitas bisnis dalam membentuk, mengembangkan, mengarahkan pertukaran yang saling menguntungkan dalam jangka panjang, antara produsen dan konsumen atau pemakai. Sebagai srategi bisnis, marketing merupakan tindakan penyesuaian suatu organisasi yang beroreantasi pasar dalam menghadapi kenyataan bisnis, baik dalam lingkungan makro maupun mikro yang terus berubah.
Dalam konteks itulah bukui inimenawarkan kepada para praktisi marketing untuk memperluas wawasan, konsep, strategi dan implementasi secara tepat dalam membimbing perjalanan transformasi bisnis menjadi sukses. Buku ini juga bisa dipakai oleh para mahasiswa program studi manajemen yang mengambil spesialisasi marketing. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai kasus marketing perusahaan nasional dan internasional yang akan menambah pengetahuan dan wawasan pembaca dalam dunia marketing.
Kelebihan :
• Dalam buku ini penulis memberikan keterangan yang sangat lengkap dalam bagian sub-sub pokoknya yang dimana dibutuhkan para pembaca.
• Penulis sangat memperhatikan detail dari bacaan, dimana tiap bagian pembahasan selalu lengkap dan lebih terinci pembahasannya.
• Buku sangat diperlukan untuk mahasiswa yang menyukai marketing.
Kekurangan :
• Buku ini sangat tebal sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk membaca dan memahaminya.
RESENSI buku
Kesimpulan
Ilmu ekonomi mempelajari prilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya yang langka, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Dalam ilmu ekonomi, banyak hal yang kita temui seperti kelangkaan, yang mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu, pilihan dan biaya kesempatan. Ruang lingkup ilmu ekonomi secara efisien dari tingkat individu, perusahaan dan industri. Ada tiga aspek penting yang dianalisis ekonomi mikro, yakni interaksi di pasar barang, tingkah laku pembeli dan penjual, dan interaksi di pasar faktor produksi.
Mekanisme pasar terdiri dari permintaan dan penawaran. Permintaan merupakan keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu, harga barang itu sendiri, harga barang lain yang terkait, tingkat pendapatan perkapita, selera dll. Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhinya harga faktor produksi, harga barang itu sendiri, biaya produksi, teknologi produksi dan kebijakan pemerintah.
Makin meluasnya penggunaan ilmu ekonomi memungkinkan perusahaan untuk mengukur kepekaan suatu variabel akibat adanya perubahan variabel lain. Hal ini disebut konsep elastisitas. Ada 3 macam konsep, yaitu pertama elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur perubahan relative dalam jumlah unit barang yang abadi sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Kedua, elastisitas penawaran yang merupakan angka yang menunjukkan berapa persen yang ditawarkan berubah, bila harga barang berubah satu persen. Ketiga, elastisitas jangka pendek dan jangka panjang.
Terdapat tiga teori yang digunakan untuk menganalisis masalah ekonomi, yakni teori prilaku konsumen, teori produksi dan teori biaya produksi. Dalam teori produksi dalam aktivitasnya berhubungan dengan tingkat produksinya. Faktor produksi terdiri dari
2 faktor yaitu, faktor produksi tetap dan faktor produksi variable. Selain itu, dalam teori biaya prosuksi yang mempengaruhi teori ini yakni konsep biaya, produksi, produktivitas, biaya produksi jangka pendek ( biaya tetap, biaya rata-rata, biaya marginal), biaya produksi jangka panjang.
Tujuan perusahaan secara teoritis adalah mencari laba (profit). Makin besar resiko, laba yang diperoleh harus semakin besar dan sebaliknya. Ada tiga pendekatan perhitungan laba maksimum: (1) pendekatan totalitas (totality approach), (2) pendekatan rata-rata (average approach), (3) pendekatan marginal (marginal approach). Telah dijelaskan bahwa jumlah output yang di produksi perusahaan agar mencapai laba maksimum adalah pada saat MR=MC.
Salah satu factor yang menimbulkan perbedaan itu adalah posisi perusahaan dalam pasar (struktur pasar). Ada 4 (empat) macam pasar, yaitu: pertama, perusahaan berada dalam persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangant kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Kedua, perusahaan hanya satu-satunya produsen (monopoli) dalam posisi ini perusahaan mampu mempengaruhi harga dan jumlah output dalam pasar. Ketiga, persaingan monopolistic (monopolistic competition), dimana perusahaan bersaing, tetapi masing-masing mempunyai daya monopoli (terbatas). Keempat, dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli, kondisi ini dikenal dengan oligopoli (oligopoly).
KELEBIHAN
Buku teori ekonomi mikro KEKURANGAN
Buku teori ekonomi mikro
Dalam buku ini penulis memberikan keterangan yang sangat lengkap dalam bagian sub-sub pokoknya yang dimana dibutuhkan para pembaca.
Pada halaman terakhir, penulis memberikan indeks subjek untuk memudahkan pembaca menemukan halaman yang diinginkan.
Penulis sangat memperhatikan detail dari bacaan, dimana tiap bagian pembahasan selalu lengkap dan lebih terinci pembahasannya.
Dalam tiap bab pembahasan, penulis selalu memberikan pertanyaan atau sosl-soal berikut jawabannya sehingga pembaca dapat mempelajari soal tersebut dan jawaban benarnya.
Daftar pustaka atau referensi yang digunakan penulis menggunakan referensi yang cukup lama seperti, Microeconomic Theory karangan Richard A. Billas tahun 1985.
Analisis penulis untuk menganalisis kasus yang berhubungan dengan perekonomian Indonesia sangat sedikit sekali.
Dalam tabel perkembangan struktur produksi perekonomian DKI Jakarta menggunakan tahun yang lama 2000-2002, seharusnya penulis menganalisis tahun 2005-2006 sesuai tahun terbitannya.
Apabila pembaca menemukan kata-kata yang sulit atau kata-kata yang baku dalam buku ini, penulis tidak menerangkan penjelasanya sehingga membuat pembaca kesulitan.
Ilmu ekonomi mempelajari prilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya yang langka, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Dalam ilmu ekonomi, banyak hal yang kita temui seperti kelangkaan, yang mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu, pilihan dan biaya kesempatan. Ruang lingkup ilmu ekonomi secara efisien dari tingkat individu, perusahaan dan industri. Ada tiga aspek penting yang dianalisis ekonomi mikro, yakni interaksi di pasar barang, tingkah laku pembeli dan penjual, dan interaksi di pasar faktor produksi.
Mekanisme pasar terdiri dari permintaan dan penawaran. Permintaan merupakan keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu, harga barang itu sendiri, harga barang lain yang terkait, tingkat pendapatan perkapita, selera dll. Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhinya harga faktor produksi, harga barang itu sendiri, biaya produksi, teknologi produksi dan kebijakan pemerintah.
Makin meluasnya penggunaan ilmu ekonomi memungkinkan perusahaan untuk mengukur kepekaan suatu variabel akibat adanya perubahan variabel lain. Hal ini disebut konsep elastisitas. Ada 3 macam konsep, yaitu pertama elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur perubahan relative dalam jumlah unit barang yang abadi sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Kedua, elastisitas penawaran yang merupakan angka yang menunjukkan berapa persen yang ditawarkan berubah, bila harga barang berubah satu persen. Ketiga, elastisitas jangka pendek dan jangka panjang.
Terdapat tiga teori yang digunakan untuk menganalisis masalah ekonomi, yakni teori prilaku konsumen, teori produksi dan teori biaya produksi. Dalam teori produksi dalam aktivitasnya berhubungan dengan tingkat produksinya. Faktor produksi terdiri dari
2 faktor yaitu, faktor produksi tetap dan faktor produksi variable. Selain itu, dalam teori biaya prosuksi yang mempengaruhi teori ini yakni konsep biaya, produksi, produktivitas, biaya produksi jangka pendek ( biaya tetap, biaya rata-rata, biaya marginal), biaya produksi jangka panjang.
Tujuan perusahaan secara teoritis adalah mencari laba (profit). Makin besar resiko, laba yang diperoleh harus semakin besar dan sebaliknya. Ada tiga pendekatan perhitungan laba maksimum: (1) pendekatan totalitas (totality approach), (2) pendekatan rata-rata (average approach), (3) pendekatan marginal (marginal approach). Telah dijelaskan bahwa jumlah output yang di produksi perusahaan agar mencapai laba maksimum adalah pada saat MR=MC.
Salah satu factor yang menimbulkan perbedaan itu adalah posisi perusahaan dalam pasar (struktur pasar). Ada 4 (empat) macam pasar, yaitu: pertama, perusahaan berada dalam persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangant kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Kedua, perusahaan hanya satu-satunya produsen (monopoli) dalam posisi ini perusahaan mampu mempengaruhi harga dan jumlah output dalam pasar. Ketiga, persaingan monopolistic (monopolistic competition), dimana perusahaan bersaing, tetapi masing-masing mempunyai daya monopoli (terbatas). Keempat, dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli, kondisi ini dikenal dengan oligopoli (oligopoly).
KELEBIHAN
Buku teori ekonomi mikro KEKURANGAN
Buku teori ekonomi mikro
Dalam buku ini penulis memberikan keterangan yang sangat lengkap dalam bagian sub-sub pokoknya yang dimana dibutuhkan para pembaca.
Pada halaman terakhir, penulis memberikan indeks subjek untuk memudahkan pembaca menemukan halaman yang diinginkan.
Penulis sangat memperhatikan detail dari bacaan, dimana tiap bagian pembahasan selalu lengkap dan lebih terinci pembahasannya.
Dalam tiap bab pembahasan, penulis selalu memberikan pertanyaan atau sosl-soal berikut jawabannya sehingga pembaca dapat mempelajari soal tersebut dan jawaban benarnya.
Daftar pustaka atau referensi yang digunakan penulis menggunakan referensi yang cukup lama seperti, Microeconomic Theory karangan Richard A. Billas tahun 1985.
Analisis penulis untuk menganalisis kasus yang berhubungan dengan perekonomian Indonesia sangat sedikit sekali.
Dalam tabel perkembangan struktur produksi perekonomian DKI Jakarta menggunakan tahun yang lama 2000-2002, seharusnya penulis menganalisis tahun 2005-2006 sesuai tahun terbitannya.
Apabila pembaca menemukan kata-kata yang sulit atau kata-kata yang baku dalam buku ini, penulis tidak menerangkan penjelasanya sehingga membuat pembaca kesulitan.
Minggu, 30 Mei 2010
Pengaruh Variabel Marketing mix terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sekarang ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar dapat membeli produk yang mereka tawarkan, banyak juga pasar yang tidak mampu mencapai sasaran yang disebabkan karena kurang tepatnya strategi pemasaran yang perusahan tersebut gunakan.
Berhasil atau tidaknya perusahan sangat ditentukan dengan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat bersaing dalam merebut para konsumen dengan menerapkan strategi pemasaran yang efektif, apabila strategi tidak dapat dilakukan dengan baik maka pelaksanaan yang baik pun tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Produk, harga, promosi dan distribusi merupakan faktor - faktor yang dapat mempengaruhi dan mendorong seorang konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan dan strategi bauran pemasaran yang jitu suatu perusahaan dapat mencapai tujuannya.secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum sehingga dapat terus berkembang, hal ini juga merupakan sumberdana bagi kelangsungan hidup perusahaan berkembang dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan hal tersebut maka penulis ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan dan memajukan perusahaan pada PT.SAMPOERNA yang dibahas dalam bentuk penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH VARIABEL MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ROKOK SAMPOERNA MILD”.
PT.H.M.Sampoerna adalah salah satu perusahan rokok terbesar di indonesia.berdiri sejak tahun 1913. Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar nomor dua (tahun 2009) di indonesia setelah PT.Gudang Garam (www.google.com). Perusahaan ini memiliki salah satu produk unggulan yaitu Sampoerna A MILD, yang merupakan pelopor rokok mild di indonesia.
Rokok mild sendiri adalah rokok yang kadar Tar dan Nikotine nya rendah,dimana kadar Tar (14mg) dan nikotin (1.0mg), kadar tersebut berkurang karena adanya sistem ventilasi. yang terdapat pada perbatasan antara tembakau dengan filter rokok. sehingga asap yang dihisap oleh perokok bercampur dengan oksigen sehingga kadar Tar dan Nikotine menjadi rendah. sistem tersebut dikenal dengan istilah LASERMILD.
Sampoerna mengeluarkan produk rokok A MILD, membuat pasar indonesia semakin beragam jenis produk yang ditawarkan. Apabila orang tertarik menghisap rokok mild karena memiliki kadar Tar dan Nikotine yang sangat rendah, yang beranggapan dapat mengurangi bahaya merokok. Maka dapat diambil satu asumsi dasar, bahwa orang tersebut berada dalam sebuah segmen, yaitu orang – orang yang mempunyai pendidikan yang cukup untuk memahami bahaya merokok. Hasilnya dapat membuat masyarakat terdidik yang tetap ingin merokok.
Pada segmen mmasyarakat terdidik, terdapat konsumen yang sangat potensial bagi produsen rokok yaitu kalangan anak muda yang terdidik yang mengetahui dampak merokok,tetapi mengambil resiko untuk merokok. Nantinya dapat menjadi konsumen jangka panjang bagi produsen. Karena rokok dapat menimbulkan keterikatan. Apabila konsumen anak muda terikat, maka perusahaan memiliki potensi konsumen yang akan loyal dalam jangka panjang. Produk sampoerna A MILD yang rendah tar dan nikotine dapat dijadikan pilihan sebagai rokok alternatif, karena dapat mengurangi bahaya rokok bagi para perokok khususnya anak muda di indonesia maupun masyarakat berpendidikan di indonesia secara umum.
Keputusan pembelian seorang konsumen dalam prosesnya adalah serangkaian rentetan aksi mulai dari problem recognition ke information search ke alternative evaluation ke purchase decision ke purchase evaluation.proses ini diarahkan dan dipengaruhi oleh sekumpulan psychological, personal, social, culture. keduanya memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap perilaku pembelian seseorang. Pada tahap awal, konsumen berusaha mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan, konsumen mulai mencari informasi informasi dan menilainya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif berkaitan dengan cara mendapatkan informasi. Dengan informasi yang lengkap konsumen telah siap untuk percaya kegunaan dari alternatif solusi terhadap masalah. Konsumen pada tahap ini mulai memberikan penilaian dan meyeleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan informasi yang didapatkan dan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian konsumen tidak selalu sama tergantung jenis produk dan kebutuhannya. Setelah itu konsumen masuk ke dalam keputusan pembelian. Apakah suatu produk jadi dibeli atau tidak. Karakteristik ini terdiri dari age and stage in the live cycle; occupation and economic circumstances; personality and self concept; and lifestyle and values.
1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, bagaiman pengaruh variabel marketing mix terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar memberikan manfaat yang positif bagi penulis, pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1. Manfaat akademis
Penelitian sangat berhubungan dengan mahasiswa yang mengambil jurusan manajemen, lebih khususnya pelajaran dasar manajemen dan manajemen komunikasi pemasaran, sehingga dengan melakukan penelitian ini penulis dan pihak-pihak tertentu dapat membaca dan memahaminya.
2.manfaat praktis
Objek penelitian ini adalah orang yang mengunakan produk rokok sampoerna mild, sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya konsumen dan dan perusahaan.
1.5 metode penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan menjelaskan dan menguraikan metode penelitian yg akan digunakan.
1.5.1 Subjek dan objek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mayarakat yang tinggal di sekitar kota depok dan jakarta. Objek yang akan dijadikan penelitian adalah warga kota depok dan jakarta yang menggunakan produk rokok sampoerna mild.
1.5.2 Data atau Variabel
Dalam penelitian ini penulis akan mengambil sample konsumen yang menggunakan produk rokok sampoerna mild 100 orang.
1.5.3 Metode pengambilan data/variabel
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalahdata primer yang dapat dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden yang terpilih.
Teknik pengambilan sample yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Nonprobability Sampling dengan alasan:
1. jumlah populasi yang tidak diketahui dengan pasti.
2. teknik ini mudah untuk dikerjakan kapan saja dan dimana saja.
3. Teknik ini lebih efisien dalam hal waktu dan biaya.
1.5.4 Hipotesis
Berdasarkan tujuan penelitian serta kajian pustaka yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sebagai berikut :
1. Diduga bahwa variabel marketing mix yaitu harga, produk, distribusi dan promosi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
2. Diduga faktor harga dan promosi yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.5.5 Alat Analisis yang digunakan
Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari alat analisis deskriptif dan kuantitatif. Untuk analisis deskriptif yaitu menggambarkan keadaan umum dariresponden atau konsumen produk sampoerna mild yang terambil sebagai sample. Sedangkan analisis kuantitatif terdiri dari regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Seluruh perhitungan pada analisis data dibantu dengan dengan program komputer SPSS.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sekarang ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar dapat membeli produk yang mereka tawarkan, banyak juga pasar yang tidak mampu mencapai sasaran yang disebabkan karena kurang tepatnya strategi pemasaran yang perusahan tersebut gunakan.
Berhasil atau tidaknya perusahan sangat ditentukan dengan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat bersaing dalam merebut para konsumen dengan menerapkan strategi pemasaran yang efektif, apabila strategi tidak dapat dilakukan dengan baik maka pelaksanaan yang baik pun tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Produk, harga, promosi dan distribusi merupakan faktor - faktor yang dapat mempengaruhi dan mendorong seorang konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan dan strategi bauran pemasaran yang jitu suatu perusahaan dapat mencapai tujuannya.secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum sehingga dapat terus berkembang, hal ini juga merupakan sumberdana bagi kelangsungan hidup perusahaan berkembang dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan hal tersebut maka penulis ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan dan memajukan perusahaan pada PT.SAMPOERNA yang dibahas dalam bentuk penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH VARIABEL MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ROKOK SAMPOERNA MILD”.
PT.H.M.Sampoerna adalah salah satu perusahan rokok terbesar di indonesia.berdiri sejak tahun 1913. Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar nomor dua (tahun 2009) di indonesia setelah PT.Gudang Garam (www.google.com). Perusahaan ini memiliki salah satu produk unggulan yaitu Sampoerna A MILD, yang merupakan pelopor rokok mild di indonesia.
Rokok mild sendiri adalah rokok yang kadar Tar dan Nikotine nya rendah,dimana kadar Tar (14mg) dan nikotin (1.0mg), kadar tersebut berkurang karena adanya sistem ventilasi. yang terdapat pada perbatasan antara tembakau dengan filter rokok. sehingga asap yang dihisap oleh perokok bercampur dengan oksigen sehingga kadar Tar dan Nikotine menjadi rendah. sistem tersebut dikenal dengan istilah LASERMILD.
Sampoerna mengeluarkan produk rokok A MILD, membuat pasar indonesia semakin beragam jenis produk yang ditawarkan. Apabila orang tertarik menghisap rokok mild karena memiliki kadar Tar dan Nikotine yang sangat rendah, yang beranggapan dapat mengurangi bahaya merokok. Maka dapat diambil satu asumsi dasar, bahwa orang tersebut berada dalam sebuah segmen, yaitu orang – orang yang mempunyai pendidikan yang cukup untuk memahami bahaya merokok. Hasilnya dapat membuat masyarakat terdidik yang tetap ingin merokok.
Pada segmen mmasyarakat terdidik, terdapat konsumen yang sangat potensial bagi produsen rokok yaitu kalangan anak muda yang terdidik yang mengetahui dampak merokok,tetapi mengambil resiko untuk merokok. Nantinya dapat menjadi konsumen jangka panjang bagi produsen. Karena rokok dapat menimbulkan keterikatan. Apabila konsumen anak muda terikat, maka perusahaan memiliki potensi konsumen yang akan loyal dalam jangka panjang. Produk sampoerna A MILD yang rendah tar dan nikotine dapat dijadikan pilihan sebagai rokok alternatif, karena dapat mengurangi bahaya rokok bagi para perokok khususnya anak muda di indonesia maupun masyarakat berpendidikan di indonesia secara umum.
Keputusan pembelian seorang konsumen dalam prosesnya adalah serangkaian rentetan aksi mulai dari problem recognition ke information search ke alternative evaluation ke purchase decision ke purchase evaluation.proses ini diarahkan dan dipengaruhi oleh sekumpulan psychological, personal, social, culture. keduanya memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap perilaku pembelian seseorang. Pada tahap awal, konsumen berusaha mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan, konsumen mulai mencari informasi informasi dan menilainya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif berkaitan dengan cara mendapatkan informasi. Dengan informasi yang lengkap konsumen telah siap untuk percaya kegunaan dari alternatif solusi terhadap masalah. Konsumen pada tahap ini mulai memberikan penilaian dan meyeleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan informasi yang didapatkan dan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian konsumen tidak selalu sama tergantung jenis produk dan kebutuhannya. Setelah itu konsumen masuk ke dalam keputusan pembelian. Apakah suatu produk jadi dibeli atau tidak. Karakteristik ini terdiri dari age and stage in the live cycle; occupation and economic circumstances; personality and self concept; and lifestyle and values.
1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, bagaiman pengaruh variabel marketing mix terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar memberikan manfaat yang positif bagi penulis, pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1. Manfaat akademis
Penelitian sangat berhubungan dengan mahasiswa yang mengambil jurusan manajemen, lebih khususnya pelajaran dasar manajemen dan manajemen komunikasi pemasaran, sehingga dengan melakukan penelitian ini penulis dan pihak-pihak tertentu dapat membaca dan memahaminya.
2.manfaat praktis
Objek penelitian ini adalah orang yang mengunakan produk rokok sampoerna mild, sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya konsumen dan dan perusahaan.
1.5 metode penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan menjelaskan dan menguraikan metode penelitian yg akan digunakan.
1.5.1 Subjek dan objek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mayarakat yang tinggal di sekitar kota depok dan jakarta. Objek yang akan dijadikan penelitian adalah warga kota depok dan jakarta yang menggunakan produk rokok sampoerna mild.
1.5.2 Data atau Variabel
Dalam penelitian ini penulis akan mengambil sample konsumen yang menggunakan produk rokok sampoerna mild 100 orang.
1.5.3 Metode pengambilan data/variabel
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalahdata primer yang dapat dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden yang terpilih.
Teknik pengambilan sample yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Nonprobability Sampling dengan alasan:
1. jumlah populasi yang tidak diketahui dengan pasti.
2. teknik ini mudah untuk dikerjakan kapan saja dan dimana saja.
3. Teknik ini lebih efisien dalam hal waktu dan biaya.
1.5.4 Hipotesis
Berdasarkan tujuan penelitian serta kajian pustaka yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sebagai berikut :
1. Diduga bahwa variabel marketing mix yaitu harga, produk, distribusi dan promosi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
2. Diduga faktor harga dan promosi yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk rokok sampoerna mild.
1.5.5 Alat Analisis yang digunakan
Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari alat analisis deskriptif dan kuantitatif. Untuk analisis deskriptif yaitu menggambarkan keadaan umum dariresponden atau konsumen produk sampoerna mild yang terambil sebagai sample. Sedangkan analisis kuantitatif terdiri dari regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Seluruh perhitungan pada analisis data dibantu dengan dengan program komputer SPSS.
Minggu, 11 April 2010
tugas kelompok Bahasa Indonesia
KELOMPOK :
1. ARIF ALFA BUDIMAN(10207160)
2. DERIS KHARISMA(10207278)
3. ILHAM SETIAWAN(10207553)
4. KRISTY SEPTIN BARASA (10207637)
5. OCTAVIANI PALANTUPEN (10207832)
6. RICKY IRAWAN(10207925)
KELAS : 3EA03
1. PENALARAN INDUKTIF
Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Bentuk-bentuk penalaran induktif :
2. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Contoh generalisasi. :
Ucup seorang mahsiswa yang pintar (khusus)
Dina seorang mahasiwi yang pintar (khusus)
Semua mahsiswa/mahasiswi pintar-pintar (umum)
3. DEFINISI HIPOTESA & TEORI
Hipotesis adalah salah satu cara untuk memperoleh penjelasan(jawaban/fakta) atas suatu masalah. Hipotesis: tebakan/dugaan yang kemungkinan dapat mengacu pada suatu fakta.
Perlu Tidaknya Suatu Hipotesis adalah Memberi panduan dan cakupan dalam memecahkan masalah, sehingga proses pemecahan masalah menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien. Namun terkadang Hipotesis tidak terlalu diperlukan pada kasus-kasus tertentu yang absolut dan definit. Contoh: HP di dalam saku celana berdering, kita tidak perlu melakukan hipotesis untuk mengetahui dari mana asal HP yang berdering itu, langsung saja merogoh saku celana. Hipotesis biasanya digunakan untuk menjawab permasalan: ‘mengapa begini/begitu’, ‘apa alasannya’, ‘apa penyebabnya’. Kesalahan Suatu Hipotesis Terkadang, penggunaan Hipotesis tidak menjamin suatu masalah dapat dengan berhasil dipecahkan, antara lain karena: Pemilihan Hipotesis yang salah dapat menuju pada jawaban/sasaran yang kurang tepat.
4. PENGERTIAN HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan pokok: Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan penjelas:
a. Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah.
b. Mereka mulai mengembangkan interaksi social di lingkungan tempatnya menimba ilmu.
c. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang berbeda.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan pokok : Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan penjelas :
1). Dalam bergaul anak dapat berperilaku aktif
2). Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu mengandalkan temannya.
3). Namun, tidak dapat dipungkiri jika ada anak yang selalu membuat ulah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh paragraf kausal :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.
5. PENGERTIAN SALAH NALAR
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
CONTOH KALIMAT :
Orang indonesia orang kaya.
6. Analogi Suatu Logika
A.PENGERTIAN
Analogi adalah suatu bentuk penalaran dengan jalan mempersamakan dua hal yang berlainan. Kedua hal itu diperbandingkan untuk dicari persamaannya. Analogi dilakukan dengan mempersamakan kedua hal yang sebenarnya berlainan.
Analogi dan generalisasi dapat dikatakan mempunyai hubungan, dalam analogi kita membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan tertentu pada beberapa segi dan menyimpulkan keduanya memiliki kesamaan dalam segi yang lain. Sedangkan generalisasi memperhatikan hal yang sama dari hal-hal yang berbeda dan kesimpulannya bersifat universal, sedangkan pada analogi kesimpulannya berlaku partikular.
B. MACAM-MACAM ANALOGI
Dalam setiap tindakan penyimpulan analogik terdapat tiga unsur, yaitu:
1.Peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi
2.Persamaan prinsipal yang menjadi pengikat
3.Fenomena yang hendak kita analogikan
Dari unsur-unsur tersebut akan muncul berbagai macam analogi, seperti:
1.Analogi Induktif
Analogi yang disusun berdasarkan persamaan prinsipal yang ada pada dua fenomena, kemudian menarik kesimpulan bahwa yang ada pada peristiwa pertama juga ada pada peristiwa kedua.
Contoh:
a.Sarno anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
b.Sarni anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
c.Sardi anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
d.Sarto adalah anak pak Sastro
Sarto anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
Berbeda dengan generalisasi induktif yang kesimpulannya berupa proposisi universal, konklusi analogi tidak selalu berupa proposisi universal, namun tergantung dari subyek yang diperbandingkan. Subyek analogi dapat individual, partikular maupun universal. Tetapi sebagai penalaran induksi, konklusi yang ada lebih luas daripada premis-premisnya. Tiga anak Pak Sastro yang rajin dan jujur tidak dapat menjamin bahwa anaknya yang keempat juga rajin dan jujur.
2.Analogi Deklaratif
Analogi yang menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang di kenal.
Contoh:
Ilmu pengetahuan dibangun oleh fakta-fakta sebagaimana sebuah rumah dibangun oleh batu-batu. Tapi tidak semua kumpulan fakta adalah ilmu, sebagaimana tidak semua kumpulan batu adalah rumah.
3.Analogi Noninduktif (analogi logis)
a.“Hanya orang bijaksana yang menyukai puisi”. Kalimat tersebut sama maknanya dengan “Semua orang bijaksana menyukai puisi”.
b.“Hanya perempuanlah yang mengandung dan melahirkan anak”, kalimat tersebut tidak sama dengan “Semua perempuan mengandung dan melahirkan anak”.
Kedua kalimat diatas mempunyai pola yang sama yaitu “Hanya….yang…”, namun analogi diatas bukan merupakan analogi induktif, karena kesimpulannya tidak bersifat empiris.
Artinya kesimpulan dari analogi noninduktif tidak dapat di diskonfirmasi atau disangkal oleh bukti-bukti empiris. Namun analogi tersebut juga bukan analogi deduktif, karena argumen deduktif dapat di nilai benar salahnya dengan mengacu pada bentuk logis tertentu atau definisi istilah yang di gunakan. Oleh karena itu, analogi ini dapat di sebut analogi logis non induktif tapi juga nondeduktif.
C. CARA MENILAI ANALOGI
Untuk mengukur sejauh mana sebuah analogi dapat di percaya, diketahui dengan alat sebagai berikut:
1.Sedikit banyaknya peristiwa sejenis yang di analogikan.
Semakin besar atau semakin banyak peristiwa sejenis yang di analogikan, semakin besar pula tarap ketrpercayaannya.
2.Sedikit banyaknya aspek yang menjadi dasar analogi.
3.Sifat dari analogi yang kita buat. Semakin rendah taksiran yang kita analogikan semakin kuat analogi itu.
4.Mempertimbangkan unsur yang berbeda pada peristiwa yang di analogikan. Semakin banyak pertimbangan atas unsur2 yang berbeda semakin kuat keterpercayaan analoginya.
5.Relevan atau tidaknya masalah yang di analogi. Bila tidak relevan analogi tidak akan kuat dan bisa gagal.
D. KESESATAN ANALOGI
Kesesatan dalam analogi bisa terjadi karena kita terlalu cepat menarik konklusi, sedangkan fakta yang di jadikan dasar tidak cukup mendukung konklusi tersebut atau terlalu sedikit. Kemudian terjadi karena Kecerobohan dan Prasangka.
Contoh:
1.Seorang pria bertemu seorang gadis Solo di pesta, kemudian di sebuah toko dia bertemu seorang gadis solo yang lain, sewaktu melihat pentas dia melihat seorang gadis solo menari. Ketiga gadis itu sama-sama luwes. Lalu dia beranggapan “Semua gadis Solo luwes”.
2.“Saya pernah di keraton Surakarta, saat Sri Susuhunan berulang tahun. Saya melihat lima belas gadis, semua berkebaya dan cantik. Memang semua gadis Surakarta itu berkebaya dan cantik ”.
3.Seorang pemuda luar pulau menikahi gadis Solo dan membawanya pulang kampung. Ibunya berkata, “Istrimu kalau bicara seperti penjual ayam di pasar?”, jawab pemuda tersebut “Ah, itu karena ibu kalau bicara keras-keras sehingga ia kira ibu kurang pendengaran”. Suatu saat ibunya berkata, “Istrimu jalannya kok seperti di kejar maling?”, “Ah, itu karena ibu selalu membuat dia terkejut dan ketakutan”.
Selain ketiga hal tersebut diatas, analogi juga bisa keliru karena membuat persamaan yang tidak tepat.
Contoh:
“Antara kita dan binatang mempunyai persamaan yang sangat dekat. Binatang bernafas, kita juga bernafas. Binatang makan, kita juga makan. Binatang tidur dan istirahat, kita juga tidur dan istirahat. Binatang kawin, kita juga kawin. Jadi dalam keseluruhan binatang sama dengan kita.”
Pernyataan di atas hendak menyimpulkan bahwa manusia sama dengan binatang dengan mempertimbangkan persamaan-persamaan yang ada pada keduanya, padahal yang di samakan itu bukan masalah yang pokok
7. Eksposisi
Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.
DAFTAR PUSTAKA :
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://google.com/2010/02/05/generalisasi/
- http://google.com/2010/02/05/hubungan kausalitas/
- http://google.com/2010/02/05/analogi suatu logika/
- http://google.com/2010/02/05/kajian teori-asumsi-dan hipotesia/
Tags: analogi, analogi deklaratif, analogi induktif, analogi non induktif, cara menilai analogi, kesalahan analogi, kesesatan analogi, macam analogi
- http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=8
http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi
1. ARIF ALFA BUDIMAN(10207160)
2. DERIS KHARISMA(10207278)
3. ILHAM SETIAWAN(10207553)
4. KRISTY SEPTIN BARASA (10207637)
5. OCTAVIANI PALANTUPEN (10207832)
6. RICKY IRAWAN(10207925)
KELAS : 3EA03
1. PENALARAN INDUKTIF
Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Bentuk-bentuk penalaran induktif :
2. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Contoh generalisasi. :
Ucup seorang mahsiswa yang pintar (khusus)
Dina seorang mahasiwi yang pintar (khusus)
Semua mahsiswa/mahasiswi pintar-pintar (umum)
3. DEFINISI HIPOTESA & TEORI
Hipotesis adalah salah satu cara untuk memperoleh penjelasan(jawaban/fakta) atas suatu masalah. Hipotesis: tebakan/dugaan yang kemungkinan dapat mengacu pada suatu fakta.
Perlu Tidaknya Suatu Hipotesis adalah Memberi panduan dan cakupan dalam memecahkan masalah, sehingga proses pemecahan masalah menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien. Namun terkadang Hipotesis tidak terlalu diperlukan pada kasus-kasus tertentu yang absolut dan definit. Contoh: HP di dalam saku celana berdering, kita tidak perlu melakukan hipotesis untuk mengetahui dari mana asal HP yang berdering itu, langsung saja merogoh saku celana. Hipotesis biasanya digunakan untuk menjawab permasalan: ‘mengapa begini/begitu’, ‘apa alasannya’, ‘apa penyebabnya’. Kesalahan Suatu Hipotesis Terkadang, penggunaan Hipotesis tidak menjamin suatu masalah dapat dengan berhasil dipecahkan, antara lain karena: Pemilihan Hipotesis yang salah dapat menuju pada jawaban/sasaran yang kurang tepat.
4. PENGERTIAN HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan pokok: Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
Gagasan penjelas:
a. Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah.
b. Mereka mulai mengembangkan interaksi social di lingkungan tempatnya menimba ilmu.
c. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang berbeda.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan pokok : Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
Gagasan penjelas :
1). Dalam bergaul anak dapat berperilaku aktif
2). Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu mengandalkan temannya.
3). Namun, tidak dapat dipungkiri jika ada anak yang selalu membuat ulah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh paragraf kausal :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Kausal adalah salah satu riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal.
5. PENGERTIAN SALAH NALAR
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
CONTOH KALIMAT :
Orang indonesia orang kaya.
6. Analogi Suatu Logika
A.PENGERTIAN
Analogi adalah suatu bentuk penalaran dengan jalan mempersamakan dua hal yang berlainan. Kedua hal itu diperbandingkan untuk dicari persamaannya. Analogi dilakukan dengan mempersamakan kedua hal yang sebenarnya berlainan.
Analogi dan generalisasi dapat dikatakan mempunyai hubungan, dalam analogi kita membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan tertentu pada beberapa segi dan menyimpulkan keduanya memiliki kesamaan dalam segi yang lain. Sedangkan generalisasi memperhatikan hal yang sama dari hal-hal yang berbeda dan kesimpulannya bersifat universal, sedangkan pada analogi kesimpulannya berlaku partikular.
B. MACAM-MACAM ANALOGI
Dalam setiap tindakan penyimpulan analogik terdapat tiga unsur, yaitu:
1.Peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi
2.Persamaan prinsipal yang menjadi pengikat
3.Fenomena yang hendak kita analogikan
Dari unsur-unsur tersebut akan muncul berbagai macam analogi, seperti:
1.Analogi Induktif
Analogi yang disusun berdasarkan persamaan prinsipal yang ada pada dua fenomena, kemudian menarik kesimpulan bahwa yang ada pada peristiwa pertama juga ada pada peristiwa kedua.
Contoh:
a.Sarno anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
b.Sarni anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
c.Sardi anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
d.Sarto adalah anak pak Sastro
Sarto anak Pak Sastro adalah anak yang rajin dan jujur
Berbeda dengan generalisasi induktif yang kesimpulannya berupa proposisi universal, konklusi analogi tidak selalu berupa proposisi universal, namun tergantung dari subyek yang diperbandingkan. Subyek analogi dapat individual, partikular maupun universal. Tetapi sebagai penalaran induksi, konklusi yang ada lebih luas daripada premis-premisnya. Tiga anak Pak Sastro yang rajin dan jujur tidak dapat menjamin bahwa anaknya yang keempat juga rajin dan jujur.
2.Analogi Deklaratif
Analogi yang menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang di kenal.
Contoh:
Ilmu pengetahuan dibangun oleh fakta-fakta sebagaimana sebuah rumah dibangun oleh batu-batu. Tapi tidak semua kumpulan fakta adalah ilmu, sebagaimana tidak semua kumpulan batu adalah rumah.
3.Analogi Noninduktif (analogi logis)
a.“Hanya orang bijaksana yang menyukai puisi”. Kalimat tersebut sama maknanya dengan “Semua orang bijaksana menyukai puisi”.
b.“Hanya perempuanlah yang mengandung dan melahirkan anak”, kalimat tersebut tidak sama dengan “Semua perempuan mengandung dan melahirkan anak”.
Kedua kalimat diatas mempunyai pola yang sama yaitu “Hanya….yang…”, namun analogi diatas bukan merupakan analogi induktif, karena kesimpulannya tidak bersifat empiris.
Artinya kesimpulan dari analogi noninduktif tidak dapat di diskonfirmasi atau disangkal oleh bukti-bukti empiris. Namun analogi tersebut juga bukan analogi deduktif, karena argumen deduktif dapat di nilai benar salahnya dengan mengacu pada bentuk logis tertentu atau definisi istilah yang di gunakan. Oleh karena itu, analogi ini dapat di sebut analogi logis non induktif tapi juga nondeduktif.
C. CARA MENILAI ANALOGI
Untuk mengukur sejauh mana sebuah analogi dapat di percaya, diketahui dengan alat sebagai berikut:
1.Sedikit banyaknya peristiwa sejenis yang di analogikan.
Semakin besar atau semakin banyak peristiwa sejenis yang di analogikan, semakin besar pula tarap ketrpercayaannya.
2.Sedikit banyaknya aspek yang menjadi dasar analogi.
3.Sifat dari analogi yang kita buat. Semakin rendah taksiran yang kita analogikan semakin kuat analogi itu.
4.Mempertimbangkan unsur yang berbeda pada peristiwa yang di analogikan. Semakin banyak pertimbangan atas unsur2 yang berbeda semakin kuat keterpercayaan analoginya.
5.Relevan atau tidaknya masalah yang di analogi. Bila tidak relevan analogi tidak akan kuat dan bisa gagal.
D. KESESATAN ANALOGI
Kesesatan dalam analogi bisa terjadi karena kita terlalu cepat menarik konklusi, sedangkan fakta yang di jadikan dasar tidak cukup mendukung konklusi tersebut atau terlalu sedikit. Kemudian terjadi karena Kecerobohan dan Prasangka.
Contoh:
1.Seorang pria bertemu seorang gadis Solo di pesta, kemudian di sebuah toko dia bertemu seorang gadis solo yang lain, sewaktu melihat pentas dia melihat seorang gadis solo menari. Ketiga gadis itu sama-sama luwes. Lalu dia beranggapan “Semua gadis Solo luwes”.
2.“Saya pernah di keraton Surakarta, saat Sri Susuhunan berulang tahun. Saya melihat lima belas gadis, semua berkebaya dan cantik. Memang semua gadis Surakarta itu berkebaya dan cantik ”.
3.Seorang pemuda luar pulau menikahi gadis Solo dan membawanya pulang kampung. Ibunya berkata, “Istrimu kalau bicara seperti penjual ayam di pasar?”, jawab pemuda tersebut “Ah, itu karena ibu kalau bicara keras-keras sehingga ia kira ibu kurang pendengaran”. Suatu saat ibunya berkata, “Istrimu jalannya kok seperti di kejar maling?”, “Ah, itu karena ibu selalu membuat dia terkejut dan ketakutan”.
Selain ketiga hal tersebut diatas, analogi juga bisa keliru karena membuat persamaan yang tidak tepat.
Contoh:
“Antara kita dan binatang mempunyai persamaan yang sangat dekat. Binatang bernafas, kita juga bernafas. Binatang makan, kita juga makan. Binatang tidur dan istirahat, kita juga tidur dan istirahat. Binatang kawin, kita juga kawin. Jadi dalam keseluruhan binatang sama dengan kita.”
Pernyataan di atas hendak menyimpulkan bahwa manusia sama dengan binatang dengan mempertimbangkan persamaan-persamaan yang ada pada keduanya, padahal yang di samakan itu bukan masalah yang pokok
7. Eksposisi
Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.
DAFTAR PUSTAKA :
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/32?page=1
- http://johnherf.wordpress.com/2007/10/28/salah-nalar-pada-logika-berpikir/
- http://images.ekaari.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SHiRqgoKCEkAABe357s1/Pengertian%20hipotesis.rtf?nmid=105310323.
- http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/paragraf-indukti
- http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kxc8oKHQRCEJ:bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-03-ScientificThinking-10-11.pdf+contoh+kalimat+hipotesis&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgv9qeaGgXasgNmdAO2swnZHr6Ht1JtTgsgYDL2-AGjGlXmOSNqrnbL5Itv2HIVQhino9HRw0Yr_Jm6bUuxCcBSLdvCzU58lPdiFvRGS8NVIKXv1r_0Lj_-GX6pdV2RoGY4os4X&sig=AHIEtbQ-gOzj12UUA7sAlN0dT_wtIJYI8A
- http://google.com/2010/02/05/generalisasi/
- http://google.com/2010/02/05/hubungan kausalitas/
- http://google.com/2010/02/05/analogi suatu logika/
- http://google.com/2010/02/05/kajian teori-asumsi-dan hipotesia/
Tags: analogi, analogi deklaratif, analogi induktif, analogi non induktif, cara menilai analogi, kesalahan analogi, kesesatan analogi, macam analogi
- http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=8
http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi
Langganan:
Postingan (Atom)
